Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Berdirinya Negara Siprus


11 Fakta Negara Siprus, Pas jadi Destinasi Wisata Antimainstream

Pendahuluan

Siprus adalah sebuah negara pulau di Laut Tengah yang terletak di dekat Turki dan Lebanon. Pulau ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dengan pengaruh budaya dari berbagai peradaban yang pernah menguasainya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah berdirinya negara Siprus, dari masa kuno hingga masa modern.

Masa Kuno

Pulau Siprus telah dihuni sejak masa prasejarah, dengan bukti arkeologi menunjukkan keberadaan manusia sejak 10.000 tahun yang lalu. Pada abad ke-8 SM, Siprus menjadi bagian dari Kekaisaran Asyur, yang kemudian digantikan oleh Kekaisaran Persia. Pada tahun 333 SM, Alexander Agung dari Makedonia menaklukkan pulau ini dan menjadikannya bagian dari Kekaisaran Yunani.

Pada abad ke-1 SM, Siprus menjadi provinsi Romawi dan kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium pada abad ke-4 M. Selama Abad Pertengahan, pulau ini dikuasai oleh beberapa kekuatan seperti Kekaisaran Arab, Kekaisaran Bizantium, dan Kesultanan Utsmaniyah.

Kedatangan Kolonialis

Pada akhir abad ke-19, Siprus menjadi bagian dari Kekaisaran Britania Raya setelah Kesultanan Utsmaniyah melepaskan kontrolnya. Pada masa kolonial, Inggris mengimplementasikan kebijakan pemukiman yang mengakibatkan migrasi besar-besaran orang Yunani dan Turki ke pulau ini. Kedatangan orang Yunani membawa pengaruh budaya dan agama Ortodoks Timur, sementara orang Turki membawa agama Islam.

Masa Modern

Pada tahun 1960, Siprus meraih kemerdekaan dari Inggris dan menjadi negara republik. Namun, ketegangan antara etnis Yunani dan Turki mulai muncul. Pada tahun 1974, pasukan militer Yunani melakukan kudeta terhadap pemerintah yang ada, yang kemudian diikuti oleh invasi Turki ke Siprus Utara. Konflik ini mengakibatkan pembagian pulau menjadi Republik Siprus di bagian selatan yang dihuni oleh etnis Yunani, dan Republik Turki Siprus Utara di bagian utara yang dihuni oleh etnis Turki.

Perdamaian dan Reunifikasi

Sejak pembagian itu, pulau Siprus mengalami periode ketegangan dan konflik, dengan upaya perdamaian yang dilakukan oleh PBB dan negara-negara terkait. Meskipun ada beberapa kesepakatan damai yang dicoba, upaya untuk reunifikasi pulau ini belum berhasil sepenuhnya. Namun, pada tahun 2018, perundingan antara pemimpin Siprus Utara dan Siprus Selatan menghasilkan kesepakatan tentang kerangka reunifikasi, meskipun masih ada banyak hal yang perlu diselesaikan.

Kesimpulan

Sejarah berdirinya negara Siprus sangat kompleks, dengan pengaruh budaya dan politik dari berbagai peradaban yang pernah menguasainya. Dari masa kuno hingga masa modern, Siprus telah menjadi tempat pertempuran dan konflik antara etnis Yunani dan Turki. Meskipun upaya reunifikasi masih berlangsung, pulau ini tetap terbagi menjadi dua negara yang terpisah secara politik dan budaya. Sejarah Siprus adalah cerminan dari kompleksitas sejarah dan politik di kawasan Mediterania Timur.


close