Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Dan Macam-Macam Unsur Ekstrinsik


Belajar Bahasa Indonesia September 2016

Pendahuluan

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar suatu benda atau karya sastra, seperti buku, film, atau cerita. Unsur ini dapat mempengaruhi penilaian dan pemahaman kita terhadap suatu karya. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian dan macam-macam unsur ekstrinsik yang sering kita temui.

Pengertian

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang tidak langsung terkait dengan isi atau konten suatu karya, namun dapat mempengaruhi cara kita memahami atau menilai karya tersebut. Unsur ini dapat berasal dari luar karya itu sendiri, seperti latar belakang penulis, budaya, atau konteks sosial saat karya itu dibuat.

Unsur ekstrinsik sangat penting dalam memahami karya sastra, karena dapat membantu kita memahami makna yang terkandung di dalamnya. Misalnya, pengetahuan tentang latar belakang penulis dapat memberikan wawasan tentang tujuan atau pesan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.

Macam-macam Unsur Ekstrinsik

1. Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis dapat mempengaruhi cara kita memahami sebuah karya. Misalnya, jika penulis memiliki latar belakang akademik dalam bidang psikologi, karya-karyanya mungkin akan lebih banyak berbicara tentang psikologi manusia. Hal ini dapat membantu kita dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

2. Konteks Sosial

Konteks sosial saat karya itu dibuat juga dapat mempengaruhi cara kita memahaminya. Misalnya, jika suatu film dibuat pada masa perang, maka tema atau pesan yang ingin disampaikan oleh film tersebut mungkin berkaitan dengan perang atau kekerasan. Pengetahuan tentang konteks sosial ini dapat membantu kita dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan oleh karya tersebut.

3. Budaya

Budaya juga dapat mempengaruhi cara kita memahami suatu karya. Misalnya, jika kita memiliki pengetahuan tentang budaya Jepang, kita akan lebih mudah memahami cerita atau film yang berasal dari Jepang. Pengetahuan tentang budaya ini dapat membantu kita dalam mengenali simbol-simbol atau referensi yang digunakan dalam karya tersebut.

4. Tren dan Selera Masyarakat

Tren dan selera masyarakat saat suatu karya dibuat juga dapat mempengaruhi cara kita memahaminya. Misalnya, jika suatu film dibuat pada masa ketika film horor sedang populer, maka film tersebut mungkin akan memiliki elemen-elemen horor yang kuat. Pengetahuan tentang tren dan selera masyarakat saat itu dapat membantu kita dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan oleh karya tersebut.

5. Media Penyampaian

Media penyampaian juga dapat mempengaruhi cara kita memahami suatu karya. Misalnya, jika suatu cerita ditulis dalam bentuk buku, kita dapat membayangkan gambaran-gambaran dalam cerita tersebut sesuai dengan imajinasi kita sendiri. Namun jika cerita tersebut diadaptasi menjadi film, kita akan melihat gambaran-gambaran tersebut melalui mata sutradara dan tim produksi. Media penyampaian ini dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menginterpretasikan cerita tersebut.

6. Pendapat dan Review

Pendapat dan review dari orang lain juga dapat mempengaruhi cara kita memahami suatu karya. Misalnya, jika banyak orang yang memberikan review positif tentang suatu film, kita mungkin akan memiliki ekspektasi yang tinggi ketika menonton film tersebut. Sebaliknya, jika banyak orang yang memberikan review negatif, kita mungkin akan memiliki ekspektasi yang rendah. Pendapat dan review ini dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menilai suatu karya.

7. Penghargaan dan Prestasi

Penghargaan dan prestasi yang diraih oleh suatu karya juga dapat mempengaruhi cara kita memahaminya. Misalnya, jika suatu buku memenangkan penghargaan sastra bergengsi, kita mungkin akan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kualitas dan nilai sastra buku tersebut. Penghargaan dan prestasi ini dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menilai suatu karya.

8. Peristiwa Aktual

Peristiwa aktual yang sedang terjadi saat suatu karya dibuat juga dapat mempengaruhi cara kita memahaminya. Misalnya, jika suatu film dibuat pada masa pandemi, maka tema atau pesan yang ingin disampaikan oleh film tersebut mungkin berkaitan dengan pandemi atau krisis kesehatan. Pengetahuan tentang peristiwa aktual ini dapat membantu kita dalam menginterpretasikan pesan yang ingin disampaikan oleh karya tersebut.

9. Tujuan Penulis

Tujuan penulis dalam membuat suatu karya juga dapat mempengaruhi cara kita memahaminya. Misalnya, jika penulis memiliki tujuan untuk menghibur pembaca, maka karya tersebut mungkin akan memiliki elemen-elemen humor atau cerita yang menarik. Sebaliknya, jika penulis memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan moral, maka karya tersebut mungkin akan memiliki elemen-elemen pembelajaran atau refleksi. Tujuan penulis ini dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menilai suatu karya.

10. Reaksi dan Interpretasi Pribadi

Akhirnya, reaksi dan interpretasi pribadi kita juga dapat mempengaruhi cara kita memahami suatu karya. Setiap individu memiliki pengalaman dan latar belakang yang berbeda-beda, sehingga dapat memberikan interpretasi yang unik terhadap suatu karya. Reaksi dan interpretasi pribadi ini dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menilai suatu karya.

Kesimpulan

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar suatu karya, namun dapat mempengaruhi cara kita memahami dan menilai karya tersebut. Unsur ini dapat berasal dari latar belakang penulis, konteks sosial, budaya, tren dan selera masyarakat, media penyampaian, pendapat dan review, penghargaan dan prestasi, peristiwa aktual, tujuan penulis, serta reaksi dan interpretasi pribadi. Memahami unsur ekstrinsik dapat membantu kita dalam memahami pesan yang terkandung di dalam suatu karya sastra.


close