Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jawaban Refleksi Sebelumnya: Bagaimana Cara Anda Merumuskan Tujuan Pembelajaran?

Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran ABCD (NEW) Cara Merumuskan Tujuan
Jawaban Refleksi Sebelumnya: Bagaimana Cara Anda Merumuskan Tujuan Pembelajaran?

Langkah-langkah dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Merumuskan tujuan pembelajaran merupakan langkah penting dalam proses pendidikan. Tujuan pembelajaran memberikan arah dan fokus pada proses belajar mengajar. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Menentukan Konteks Pembelajaran

Langkah pertama dalam merumuskan tujuan pembelajaran adalah menentukan konteks pembelajaran. Anda perlu memahami lingkungan dan situasi pembelajaran yang akan terjadi. Apakah ini merupakan pembelajaran individu atau kelompok? Apakah ini pembelajaran formal di sekolah atau non-formal di luar kelas?

2. Mengidentifikasi Kompetensi yang Ingin Dicapai

Setelah menentukan konteks pembelajaran, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kompetensi atau kemampuan yang ingin dicapai oleh peserta didik. Apakah Anda ingin mereka menguasai pengetahuan baru, keterampilan tertentu, atau mengembangkan sikap yang positif?

3. Menyusun Tujuan Pembelajaran yang Spesifik

Tujuan pembelajaran haruslah spesifik dan jelas. Anda perlu merumuskan tujuan dengan menggambarkan hasil yang diinginkan secara konkret. Misalnya, jika Anda ingin mengajarkan siswa tentang sejarah Indonesia, tujuan yang spesifik dapat berupa "Siswa dapat menjelaskan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia secara kronologis."

4. Menggunakan Verbs yang Tepat

Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, Anda perlu menggunakan kata kerja (verbs) yang tepat. Verbs yang digunakan harus dapat menggambarkan tindakan yang diharapkan dari peserta didik. Contoh verbs yang dapat digunakan adalah "mendemonstrasikan," "mengidentifikasi," "menghitung," dan sebagainya.

5. Menentukan Kriteria Keberhasilan

Setiap tujuan pembelajaran harus memiliki kriteria keberhasilan yang jelas. Kriteria keberhasilan membantu Anda mengevaluasi sejauh mana tujuan telah tercapai. Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah "Siswa dapat menyelesaikan soal matematika dengan benar," kriteria keberhasilan dapat berupa "Siswa dapat menjawab minimal 80% soal matematika dengan benar."

6. Mengaitkan Tujuan dengan Indikator Pembelajaran

Indikator pembelajaran merupakan petunjuk konkret yang membantu Anda menilai pencapaian tujuan pembelajaran. Indikator pembelajaran haruslah terukur dan dapat diamati. Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah "Siswa dapat menggunakan alat ukur dengan tepat," indikator pembelajarannya dapat berupa "Siswa dapat mengukur panjang dengan menggunakan meteran."

7. Mengomunikasikan Tujuan kepada Peserta Didik

Langkah terakhir adalah mengomunikasikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Peserta didik perlu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka agar mereka dapat fokus dan berusaha mencapai tujuan tersebut. Komunikasikan tujuan dengan jelas dan jelaskan manfaat dari mencapai tujuan tersebut.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat merumuskan tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai. Tujuan pembelajaran yang baik akan membantu memandu proses belajar mengajar dan meningkatkan hasil pembelajaran.

Sumber: contoh.com

close