MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
IPAS (ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL) KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Penyusun :
Instansi : SD Negeri Balirejo
Tahun Penyusunan 2023
Jenjang
Sekolah : SD
Mata Pelajaran : IPAS
(Ilmu Pengetahuan Sosial)
Fase/Kelas : B/4
Semester : II
BAB :7
Topik : Bagaimana Aku
Memenuhi Kebutuhanku
Alokasi
Waktu : 3 x 35 menit
B. Kompetensi Awal
1. Mengenal
kebutuhan sehari – hari
2. Menegnal
jenis – jenis kebutuhan
C. Profil Pengajar Pancasila
1)
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia,
2)
Bergotong-royong,
3)
Mandiri, dan
4)
Bernalar kritis.
D. Sarana dan Prasarana
Sumber Belajar : Buku Siswa IPAS Kelas IV ,
Media
Pembelajaran : PowerPoint, Video Pembelajaran, Uang
E. Target Peserta Didik
Peserta didik regular
F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model :Problem Based Learning
Metode : Diskusi, Penugasan
KOMPETENSI INTI
A.
Capaian Pembelajaran
Peserta didik dapat mengidentifikasi
sistem jual beli pada masa lalu sebelum mengenal uang (barter) dan pada masa
sekarang setelah adanya uang serta mampu menentukan fungsi, jenis, nilai uang
yang berlaku.
B. Tujuan Pembelajaran
1.
Peserta didik dapat menentukan sistem jual
beli sebelum mengenal uang melalui power poin dengan tepat. C3
2.
Peserta didik dapat menganalisis fungsi
uang melalui power point dengan tepat.
3.
Peserta didik dapat menyimpulkan jenis – jenis
uang melalui lembar LKPD dengan tepat. C5
4.
Peserta didik dapat mengerjakan
jenis – jenis uang melalui lembar LKPD dengan tepat. P3
C. Pemahaman Bermakna
Meningkatkan pemahaman siswa tentang alat tukar dalam memenuhi kebutuhan hidup
melalui sistem jual beli baik dengan uang maupun dengan sistem barter
D. Pertanyaan Pemantik
1.
Apa yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari?
2.
Apa syarat terjadinya pertukaran barang kebutuhan?
3.
Sejak kapan uang dijadikan sebagai alat tukar?
E. Kegiatan Pembelajaran
|
Tahap |
Kegiatan |
Alokasi |
|
Pendahuluan |
Orientasi: 1. Peserta didik 2. Peserta didik bersama guru 3. Peserta didik 4. Peserta didik bersama guru menyanyikan lagu Nasional “Dari Sabang Apersepsi: 5. 6. |
10 menit |
|
Inti |
Orientasi 7. 8. 9. 10. Peserta Mengorganisasi 11. Guru 12. Peserta didik Membimbing 13. Guru menyampaikan langkah-langkah mengisi LKPD 14. Peserta didik mengisi LKPD 15. Guru Mengembangkan 16. Peserta didik 17. Peserta didik secara Menganalisis 18. Peserta didik 19. Peserta didik 20. Peserta didik |
50 Menit |
|
Penutup |
21. Peserta didik 22. Peserta didik mengerjakan 23. Peserta didik 24. Peserta didik 25. Berdoa |
10 |
Refleksi
1. 2. |
||
Pengayaan
Peserta didik Remidial
Diberikan kepada peserta didik |
||
G. Daftar Pustaka
·
Buku Siswa IPAS Kelas IV https://drive.google.com/file/d/16rxoSQLaHTD7J4HRYnHdtjQMMJmBWM3j/view?usp=share_link
·
Power
Point tentang Materi “Bagaimana Memenuhi Kebutuhanku”
·
Video
Pembelajaran mengenal sejarah uang https://youtube.com/watch?v=T-eDqr1dG3s
·
Lagu Dari Sabang Sampai Merauke https://www.youtube.com/watch?v=jY8H0yFu4VI
LAMPIRAN MATERI
BAHAN AJAR
Masa Sebelum Uang Ditemukan
Sistem
barter adalah sistem tukar barang yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan
manusia pada masa sebelum uang ditemukan. Pada awalnya setiap orang berusaha
memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha sendiri. Usaha yang dilakukan antara
lain adalah berburu, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan sederhana, serta
mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri. Perkembangan selanjutnya manusia
dihadapkan pada kenyataan bahwa apa yang dilakukannya tidak cukup memenuhi
seluruh kebutuhannya. Keterbatasan kebutuhan, kondisi geografis, dan sumber
daya alam memaksa manusia untuk bertukar barang kebutuhan pada masa itu.
Pada
tahap awal manusia melakukan pertukaran antara barang dengan barang dari
kelompok yang saling membutuhkan. Inilah yang menjadi cikal bakal sistem
barter, yaitu sistem jual beli barang ditukar dengan barang.
Kelebihan
sistem barter:
1.
Cukup mudah karena hanya bertukar suatu barang dengan barang jenis lainnya.
2.
Mendapat barang bernilai di atas barang yang ditukar.
3.
Adanya keinginan yang sama (keinginan saling bertukar barang)
4.
Barang dapat ditukar berdasarkan kesepakatan.
Kelemahan
sistem barter
1.
Sulit mendapatkan orang yang bertukar dengan barang yang dibutuhkan.
2.
Sulit memperoleh barang yang memiliki nilai pertukaran yang seimbang atau
hampir sama nilainya.
3.
Sulit menemukan orang yang sama-sama ingin bertukar barang yang saling
dibutuhkan.
4.
Tidak ada nilai ukur yang pasti.
5.
Hanya dapat dilakukan dalam skala kecil. 6. Membutuhkan waktu untuk mencapai
kesepakatan.
Ada dua jenis fungsi uang
1. Fungsi asli
·
Uang sebagai nilai tukar &
digunakan sebagai nilai yang dapat ditukarkan untuk mendapat suatu barang atau
kebutuhan.
·
Uang sebagai alat ukur &
digunakan sebagai nilai hitung besaran suatu barang atau kebutuhan. Contoh
Anton ingin membeli sebuah tas senilai Rp50.000,00, ini menunjukkan Anton cukup
membayar uang sejumlah Rp50.000,00 untuk sebuah tas.
2. Fungsi turunan
·
Uang sebagai alat pembayaran &
untuk membayar tanpa ditukar dengan benda, jasa, atau barang apa pun. Contohnya
membayar pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan.
·
Uang sebagai penunjuk harga &
menunjukkan harga/nilai dari suatu barang. Contoh ketika di supermarket bisa
kita lihat harga 1 kg mangga adalah Rp11.500,00, harga pensil adalah
Rp5.600,00.
·
Uang sebagai alat pembayaran
hutang.
·
Uang sebagai alat penimbun
kekayaan. Contoh seperti menabung yang dapat digunakan saat ada keperluan
mendesak.
Jenis
uang Berdasarkan pengelompokannya, jenis uang dibagi menjadi 4 yaitu:
1.
Berdasarkan bahan pembuatnya
·
Uang logam terbuat dari logam,
emas, atau perak dan nominalnya kecil seperti Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00, dan
Rp1.000,00
·
Uang kertas dibuat agar tidak
mudah robek, luntur, dan tahan terhadap air. Nominalnya besar contohnya
Rp10.000,00, Rp20.000,00, atau Rp100.000,00
2. Berdasarkan nilai
·
Full bodied money (bernilai penuh)
merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominal, misalnya
nilai emas pada uang logam Rp500 bernilai sama dengan nominalnya.
·
Representative full bodied money
(tidak bersifat penuh) yaitu nilai intrinsik lebih kecil dari nilai nominal.
Biasanya terdapat pada jenis uang kertas.
3.
Berdasarkan lembaga yang menerbitkan
·
Uang kartal diterbitkan oleh Bank
Sentral yaitu Bank Indonesia serta digunakan oleh seluruh masyarakat dalam
bentuk logam dan kertas.
·
Uang giral diterbitkan oleh bank
umum dalam bentuk cek atau bilyet giro
|
Uang Kartal |
Uang Giral |
|
Berlaku dan digunakan di seluruh lapisan masyarakat. |
Berlaku dan hanya digunakan di kalangan masyarakat tertentu saja. |
|
Nominal sudah tertera dan terbatas. |
Nominal harus ditulis lebih dahulu sesuai dengan kebutuhan, dan |
|
Dijamin oleh pemerintah. |
Hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkan saja. |
|
Ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uang. |
Belum ada kepastianpembayaran dan lembaga yang mengeluarkannya. |
4.
Berdasarkan kawasan
·
Uang lokal hanya berlaku disuatu
negara tertentu, misalnya mata uang peso hanya dapat digunakan di negara
Filipina.
·
Uang regional berlaku di suatu
kawasan yang lebih luas daripada uang lokal, misalnya mata uang euro dapat
digunakan untuk beberapa negara yang ada di benua Eropa seperti Jerman,
Spanyol, Austria, Spanyol, dan lain-lain.
·
Uang internasional berlaku di
seluruh dunia sebagai standar pembayaran, contohnya US dollar
Syarat Uang
Syarat
uang Uang yang telah disepakati oleh masyarakat harus memenuhi 7 syarat sebagai
berikut.
a.
Diterima secara umum
(acceptability) yakni kegunaannya harus diterima sebagai alat tukar, penimbun
kekayaan, atau pembayar utang.
b.
Ada jaminan artinya harus dijamin
pemerintah sehingga penggunaannya untuk berbagai keperluan dapat dipercaya oleh
masyarakat.
c.
Nilainya stabil (stability of
value) artinya tidak naik-turun (fluktuatif) agar orang bersedia menjadikannya
alat tukar.
d.
Mudah disimpan (storable), yaitu
bentuk fisik uang tidak terlalu besar atau membutuhkan tempat penyimpanan yang
besar.
e.
Mudah dibawa (portability), yaitu
uang mudah dipindah alihkan dan tidak menyulitkan pengguna untuk membawanya
bepergian.
f.
Tidak mudah rusak (durability)
agar dapat digunakan atau tahan untuk jangka waktu yang lama.
g. Mudah dibagi (divisibility), yaitu memiliki pecahan nominal yang
senilai dan dapat dibagi. Contohnya uang Rp100.000,00 dapat dipecah menjadi 2
lembar uang Rp50.000,00 atau 1 lembar uang Rp50.000,00, 2 lembar uang
Rp20.000,00 dan 1 lembar uang Rp10.000,00. Fungsi pecahan nominal ini untuk
memudahkan pengembalian uang dalam suatu transaksi.
Penilaian
Sikap
Satuan Pendidikan : SD Negeri Balirejo
Mata Pelajaran :
IPAS
Fase/Kelas : B/4 (Empat)
Semester : 2 (Dua)
Bentuk Penilaian : Non-Tes
|
Aspek Pengamatan |
Kriteria |
|
Beriman, bertakwa kepada Tuhan |
1. Berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran 2. Berdoa setelah kegiatan pembelajaran 3. Berdoa dengan sikap baik |
|
Bergotong-royong |
1. Mampu bekerja 2. Membantu temannya yang kesulitan 3. Berdiskusi bersama teman untuk memcahkan suatu masalah |
|
Mandiri |
1. Ketidak tergantungan terhadap orang lain 2. Dapat menyampaikan pendapat dengan inisiatif sendiri 3. Dapat mengelola waktu yang diberikan |
|
Bernalar Kritis |
1. Bertanya kepada teman/guru ketika menjumpai masalah 2. Memberikan ide-ide untuk disikusikan 3. Menanggapi pendapat teman dengan santun dan logis |
Lembar Observasi Penilaian Sikap
Satuan Pendidikan : SD Negeri Balirejo Mata Pelajaran : IPAS Fase/Kelas : B/IV (Empat)
Penilaian Sikap : Observasi, Skor Kriteria diisi dengan checklist
|
No. |
Nama |
Aspek 1 (Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan Mulia) |
Aspek 2 (Bergoton g Royong) |
Aspek 3 (Mandiri) |
Aspek 4 (Bernalar |
Skor |
Predikat |
||||||||
|
3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
3 |
2 |
1 |
||||
|
1. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pedoman Penskoran :
3 = Selalu : Apabila selalu melakukan
sesuai dengan pernyataan
2 = Kadang-kadang : Apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = Tidak
Pernah : Apabila tidak pernah melakukan
Pedoman Penilaian :
Nilai
=
Penilaian Pengetahuan
Satuan Pendidikan : SD Negeri Balirejo Mata Pelajaran : IPAS Fase/Kelas : B/4 (Empat)
Bentuk Penilaian : Tes
Kisi-kisi
|
Capaian |
Tujuan |
Indikator |
Bentuk |
No |
|
Peserta didik dapat mengidentifikasi sistem jual beli pada masa lalu sebelum |
Peserta didik dapat menentukan sistem |
Menyimpulkan |
Pilihan |
1 |
|
Menentukan |
Pilihan |
3 |
||
|
Menganalisis |
Uraian |
8 |
||
|
Peserta didik dapat menganalisis fungsi |
Menentukan |
Pilihan |
2 |
|
|
Menentukan |
Pilihan |
4 |
||
|
Menjelaskan |
Uraian |
6 |
||
|
Peserta didik dapat menyimpulkan jenis |
Menentukkan |
Pilihan |
5 |
|
|
Menyimpulkan |
Uraian |
7 |
Kunci Jawaban
Pilihan ganda
1.
D
2.
B
3.
D
4.
A
5. A
Uraian
6. Bervariasi, namun jawaban akan berkaitan sebagai alat tukar
7. Bervariasi, bisa karena adanya uang palsu, agar tidak boros, dll
8. Bervariasi, namun terkait dengan
sistem barter untuk memenuhi kebutuhan
Rubrik Penilaian
Teknik Penskoran
Nilai = Pilihan Ganda + Uraian x 4
= (5 + 15) x 4
= 100
Penilaian Keterampilan
Satuan Pendidikan : SD Negeri Balirejo
Mata Pelajaran :
IPAS
Fase/Kelas : B/IV (Empat)
Bentuk Penilaian : Non tes
|
Kriteria Penilaian |
Sangat Baik (4) |
Baik (3) |
Cukup (2) |
Perlu Perbaikan (1) |
|
Aktif berdikusi dalam kelompok mengisi lembar LKPD menentukan |
Aktif |
Ikut terlibat dalam penyelesaian masalah kelompok namun kurang katif |
Masih jarang terlibat dalam diskusi kelompok namun sesekali ikut |
Kurang |
|
Penyelesaian Masalah dan Kemandirian |
Aktif mencari ide atau mencari solusi jika ada hambatan. |
Bisa mencari solusi namun dengan arahan sesekali. |
Memerlukan bantuan setiap menemukan kesulitan namun bertanya. |
Pasif jika menemukan kesulitan |
Lembar Penilaian Keterampilan
Satuan Pendidikan : SD Negeri Balirejo
Mata Pelajaran : IPAS
Fase/Kelas : B/IV (Empat)
Penilaian Sikap : Skor Kriteria
diisi dengan angka
|
No |
Nama Peserta Didik |
Kriteria |
Skor |
|
|
1. |
|
Aktif |
Penyelesaian Masalah dan Kemandirian |
|
|
2. |
|
|
|
|
|
3. |
|
|
|
|
|
4. |
|
|
|
|
|
5. |
|
|
|
|
|
dst |
|
|
|
|
Pedoman Penilaian :
Nilai =
EVALUASI
Nama :
Kelas :
No. Presensi :
Berilah tanda silang (x) pada huruf
a, b, c, atau d pada jawaban yang kamu anggap paling benar !
1. Ajeng
memerlukan beras untuk dimasak lalu dimakan. Dia menukarkan ayamnya dengan
beras milik Anton. Ajeng memenuhi kebutuhannya dengan cara……
a. bertani
b. pembayaran uang
c. merampas
d. barter
2.
Danisha menggunakan uang untuk
ditukarkan dengan buku. Fungsi uang pada pernyataan tersebut yaitu sebagai
a. alat
ukur
b.
nilai tukar
c.
penunjuk harga
d.
pembayaran hutang
3.
Perhatikan gambar di bawah!
digunakan pada gambar di samping yaitu. . .
a.
barang
mudah ditukar jika sepakat
b.
adanya
keinginan yang sama
c.
memerlukan
waktu singkat untuk sepakat
d.
tidak
ada nilai ukur yang pasti
4.
Adit ingin membeli sepasang sepatu
senilai Rp150.000,00, ini menunjukkan Adit cukup membayar uang sejumlah
Rp150.000,00 untuk sepasang sepatu. Fungsi uang pada pernyataan tersebut yaitu
sebagai. . .
a. alat ukur atau
penunjuk harga
b. nilai tukar
c. alat pembayaran
d. penimbun kekayaan
5.
Perhatikan gambar di bawah!
Jenis uang yang ditunjukkan oleh
gambar disamping yaitu…
a.
uang giral
b.
uang kartal
c.
uang barang
d.
uang saham
Jawablah
pertanyaan berikut dengan benar!
6.
Menurut kalian, apa sebenernya
fungsi uang?
Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
7.
Mengapa kita harus berhati-hati
dalam menerima dan mengeluarkan uang?
Jawab:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
8.
Perhatikan gambar di bawah ini
Aktivitas apa yang
sedang mereka lakukan terkait dengan kegiatan memenuhi kebutuhan manusia.
Jelaskan !